InTeRRupT…
Interrupt adalah sinyal yang menginformasikan kepada program bahwa terdapat kejadian tertentu pada sistem komputer. Jika program menerima sinyal interrupt, maka dibutuhkan langkah khusus. Sinyal interrupt dapat menyebabkan sebuah program tidak berjalan sementara waktu untuk beralih melayani interrupt Sinyal interrupt dapat terjadi karena berbagai hal.
Sebagai contoh, setiap ketukan keyboard akan menghasilkan sebuah sinyal interrupt. Interrupt dapat juga dihasilkan oleh piranti lainnya seperti printer, untuk mengindikasikan bahwa sesuatu telah terjadi. Hal ini disebut dengan interrupt hardware. Sinyal interrupt yang disebabkan oleh program disebut interrupt software. PC mendukung 256 jenis interrupt software dan 15 interrupt hardware.
Setiap jenis interrupt software dihubungkan dengan sebuah interrupt handler, yaitu sebuah rutin yang mengendalikan ketika terjadi interrupt. Jika sebuah tombol keyboard ditekan, maka akan memicu sebuah interrupt handler khusus. Daftar lengkap interrupt dan interrupt handler yang bersesuaian disimpan pada sebuah tabel yang disebut interrupt vector table, yang disimpan pada 1 K pertama area memori.
Interrupt yang berjumlah 256 ini dibagi kedalam 2 macam yaitu:
- Interupt 00H – 1FH (0 -31) adalah interrupt BIOS, interrupt ini bisa digunakan disemua komputer apapun, baik dos atau bukan. Lokasi Interrupt Vektor pada absolute 000H – 007FH
- Interupt 20H – FFH (32 -255) adalah interrupt dos. Interrupt ini hanya bisa di gunakan oleh komputer yang menggunakan sistem operasi dos. Lokasi Interrupt Vector pada absolute 07FH – 3FFH
Setiap Interrupt akan mengeksekusi interrupt handlernya (program yang melayani suatu interupsi) masing-masing berdasarkan nomornya.
Tabel Bios Interrupt handler
| Nomor | Nama | Nomor | Nama |
| *00H | Divide By Zero (Pembagian dengan Nol) |
10H | Video Service |
| *01H | Single Step (Langkah Tunggal) | 11H | Equipment Check (Pemeriksaan Perlengkapan) |
| *02H | Non Maskable interrupt (NMI) (Interrupt yang Tidak Dapat Dicegah) |
12H | Memory Size (Ukuran Memory) |
| *03H | Break Poin | 13H | Disk Servis |
| 04H | Arithmetic Overflow (Overflow pada operasi Aritmetik) |
14H | Communication Rs-232 (Komunikasi dengan RS-232) |
| 05H | Print Screen (cetak Layar) | 15H | Casette Service |
| 06H | Reserved (Cadangan) | 16H | Keyboard Service |
| 07H | Reserved (Cadangan) | 17H | Printeer Service |
| 08H | Clock Tick/Timer (Petunjuk Waktu) |
18H | ROM Basic (Dasar dari ROM) |
| 09H | Keyboard | 19H | Bootstrap Loader (Loader pada Saat Pertmakali Booting) |
| 0AH | I/O Channel Action (Aktivitas Channel Input/Output) |
1AH | BIOS Time & Date (Waktu dan Tanggal System pada BIOS) |
| 0BH | COM 1 (Serial Port 1) | 1BH | Control Break |
| 0CH | COM 2 (Serial Port 2) | 1CH | Timer Tick (Detikan Waktu) |
| ODH | Fixed Disk (Disk Tetap/Harddisk) |
1DH | Video Initialization |
| 0EH | Diskette (Disket/Floppy Disk) | 1EH | Disk Parameter |
| 0FH | LPT 1 (Parallel Port 1) | 1FH | Graphics Char (Karakter Grafik) |
Keterangan:
Interrupt tersebut telah dipastikan kegunaannya oleh system untuk keperluan khusus, tidak boleh dirubah oleh pemrogram .
- Devide By Zero [ Jika terjadi pembagian dengan nol maka proses akan segera dihentikan
- Singgle Step [ untuk melakasanakan/mengeksekusi instruksi satu persatu
- NMI [ Pelayanan terhadap NMI(Non Maskable Interrupt) yaitu interupsi yang tidak dapat dicegah
- Break Point [ Jika suatu program menyebabkan overflow flag menjadi 1 maka interrupt ini akan melayani pencegahannya dan memberi tanda error.
Tabel DOS Interupt
| Nomor | Nama | Nomor | Nama |
| 20H | Terminate Program (Hentikan Program) |
24H | Critical Error Handler (Penanganan Error Kritis) |
| 21H | DOS Function Services (Servis-servis Fungsi dalam DOS) |
25H | Absolute Disk Read (Membaca isi disk Secara Mutlak) |
| 22H | Terminate Code (Hentikan Kode) |
26H | Absolute Disk Write (Menulis ke dalam disk secara mutlak) |
| 23H | Control-Break Code(Keluar dari Kode) | 27H | Terminate But Stay Resident(Hentikan Tapi Tetap Tinggal) |
Beberapa Interrupt baik bios maupun dos memiliki nomor service sbb:
1) Interrupt Bios
2) INT 10 [ Layanan Video Service/layanan monitor
Memiliki nomor service sbb:
0 [Atur mode video]
1 [ Mengubah ukuran kursor]
2 [Ubah posisi kursor]
3 [Mencari posisi kursor]
5 [ Memilih halama video]
6 [ Menggulung keatas]
7 [ Menggulung ke bawah]
8 [ Membaca karakter dan atributnya]
9 [ Menulis karakter dan atributnya]
Ah [ Menulis karakter]
Fh [ Mencari mode video]
INT 10 memiliki nomor service 0 yang digunakan untuk mereset disk, 0 dimasukkan pada register AH.
3) INT 13 [ Layanan disket]
4) INT 21 [ Dos Function Service]
Dos Function service memiliki beberapa service yang diletakkan pada register AH antara lain:
1 [ Input papan ketik]
2 [ Tampilkan karakter]
3 [ Input port serial]
4 [ Output port serial]
5 [ Output pencetak]
6 [ Input atau output langsung]
7 [ input tanpa tampilan]
8 [ input papan-ketik tanpa tab]
9 [ Tampilkan string]
A [ Baca buffer papan ketik]
B [ Status input]
25 [ Ubah vector interrupt]
30 [ Cari nomor versi DOS]
31 [ program tetap tinggal dimemori]
35 [ cari vector interrupt]
3C [ Buat berkas]
3D [Buka berkas]
3E [ Tutup berkas]
3F [ Baca berkas atau piranti]
40 [ Tulis berkas atau piranti]
41 [ Hapus berkas]
43 [ Atribut berkas]
4A [ Ubah memory yang disisihkan]
4B [ Muat dan jalankan Program]
4C [Hentikan program]
4D [ tentukan sandi kesalahan]
56 [ Ganti nama berkas]
People who looked at this item also looked at…
Related items
This entry was posted on Thursday, January 7th, 2010 at 17:15 and is filed under MengEnai komputer. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.







atmasetya March 1st, 2010 at 06:18
kalo struktur interupsi pada PC gmana..!!
